Inner circle

Hmmm lagi baper time nih ges :") i've already realized that i'm not teenager anymore. But maybe it's too early to say that i'm a woman. Yaah maybe it called transtition phase. Di usia 20an ini aku semakin sadar kalau emang orang hadir silih berganti. Mungkin mereka menetap di hidup kita dalam kurung waktu tahunan, bulanan, harian atau bahkan jam maupun menit. Nobody knows.

Teman yang dulu bisa dibilang dekat bahkan sangat dekat tapi pada nyatanya juga menjauh dengan sendirinya. Tidak. Aku tidak egois dengan menahan mereka untuk tetap dalam hidupku. Aku tidak akan menahan seseorang untuk tetap berada dalam lingkupku. Jika km ingin masuk dlm circleku, come in! Tapi pada dasarnya aku juga tidak mau sembarangan orang yang masuk circleku. Pemilih? Tidak. Aku tidak pernah memilih-memilih teman. Aku tau setiap dari kita menyadari bahwa didalam circle selalu ada circle, isnt it? Selalu ada circle terkecil dimana itu hanya orang2 tertentu yang menurutmu paling memahami dirimu.

Tapi disini aku juga menyadari kalau memutuskan orang tersebut masuk dalam circle kita adalah hal yang sulit. Karen everyone has their 2 sides. Pada dasarnya tidak ada orang yang benar2 ingin bertahan dengan kita. Semua datang ketika waktunya telah habis mereka akan pergi dan berjalan ke jalannya sendiri tanpa memedulikan kita lagi. Bisakah aku menyimpulkan bahwa pertemanan itu ada masanya(?).

Teman lama yang dulu selalu menghabiskan waktu bersama, saling curhat, saling tertawa, berbagi kesedihan kini nggak lebih dari stranger yg hanya kita ketahui namanya.  Apakah mereka lupa berapa banyak tawa dan tangis yang tercipta ketika kita masih dalam lingkup yang dinamakan teman? I know people grow up and people change.

Tidak. Tidak ada mantan teman. Sekali teman akan tetap menjadi teman. Tapi mengapa sangat sulit untukku mengutarakan kata "halo". Apakah benar kehadiranku diharapkan oleh mereka? Aku pernah memulai tapi apa respon yang kudapatkan? Mereka meresponku seperti aku adalah orang baru kenalan mereka. Tidak ada lagi celetukan canda seperti dulu.

Yaaah i know memang inilah rotasi dari waktu. Tidak ada yang salah. Semuanya alamiah. Toh tanpa kita sadari kita juga membatasi diri kita dari orang lain. Yah its ok. Mungkin emang inilah cara bermainnya. Kenangan akan tetap menjadi kenangan. Aku tidak pernah membenci mereka sekalipun mereka membenciku. Tapi aku percaya setiap orang yg hadir dalam hidupku pasti memberikanku suatu pelajaran dam warna. Terimakasih ges. Everything that u made was so memorable for me.

Rasa kehilangan itu pasti ada. Tapi semua akan terkikis juga dengan waktu kan? Yah emang jawaban dan solusi dari semuanya sepertinya adalah waktu. Biarkan waktu membawaku kemana. Aku tidak akan menyalahkan waktu. I've tried to enjoy the rotation of time. Just it.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Freak!

College life

When The Caterpillar Fly