Fate or Ideals?
“Apakah kita akan selalu terjebak dalam permainan takdir, meskipun takdir tak selalu berpihak pada kita?” – Naura Mataku masih menelusuri buliran air yang jatuh membasahi jendela kaca cafe ini. Buliran bening itu berjatuhan seperti memiliki irama. Di tengah air langit yang berjatuhan, mataku menangkap seorang lelaki paruh baya sedang berusaha menarik gerobak yang berisi beberapa barang bekas tak layak guna. Hanya berbekal kaos tipis dengan warna pudar, celana panjang dengan robekan di sisi lututnya dan sandal jepit yang menipis, ia menembus keroyokan air langit itu. Terlihat jelas garis-garis kelelahan di wajah senjanya. Tak dihiraukan guyuran hujan yang bercampur dengan keringatnya. Kulit keriput yang mengerut kedinginan dan bibir pucat yang bergetar tak ia pedulikan. Mata sayunya terus menatap jalanan, dengan sesekali mengusap buliran air yang memasuki mata tersebut dengan punggung tangannya. Lelaki itu terus berjalan menarik gerobaknya dengan susah payah. ...