Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

The Ant’s Choice

Aku masih terdiam dengan posisi yang sama. Didepan jendela kamar. Kuperhatikan bulir-bulir air yang turun melewati permukaan luar jendela. Satu persatu berjatuhan seperti berirama. Semakin larut hujan semakin deras. Tanpa ada kilat dan petir disela-selanya. Dingin menusuk tubuhku, namun tidak membuatku berpikiran untuk beranjak dari kursi belajar menuju tempat tidur. Aku masih ingin menikmati suasana ini. Sendiri dengan kedamaian irama hujan.  Dari sudut mata aku menangkap sekelompok semut ditembok kamar, tepatnya disebelah kanan meja belajarku. Beberapa semut bersama-sama menggotong serpihan putih. Entah mungkin kue atau semacamnya. Semut lainnya pun juga membawa sesuatu yang sama. Ada satu semut yang menarik perhatianku. Semut itu membawa serpihan putih sendirian, padahal terlihat cukup jelas ia keberatan. Namun ia tetap berjalan dengan sesekali bertabrakan dengan semut lain yang berlawanan arah dengannya, semacam sapaan satu sama lain. Tiba-tiba salah satu semut ...

Time

            Aku tidak mengerti mengapa membahas waktu. Iya waktu. Tidak ada istimewanya dari kata itu dan itu hal yang biasa bagi semua orang. Tapi mengapa hal yang biasa itu membuat kita merasa seperti budak? Budak? Mungkin terlalu kasar tapi itulah pikiranku.             Aku benci waktu, sangat benci ketika waktu memaksa kita untuk terus maju. Maju yang terlalu cepat. Kita dipaksa mengikuti permainannya yang kadang sering membuat kita kecewa, tapi tak jarang membuat kita menciptakan seulas senyum bahkan tawa. Namun aku benci ketika waktu terus berputar. Mengapa tidak berhenti sejenak? Apakah waktu tidak lelah? Tapi aku yang terjebak permainannya sangat lelah. Aku ingin berhenti sejenak tapi mengapa waktu terus mendorongku maju? Aku benci ketika waktu sangat tidak berkompromi. Disaat aku ingin waktu berputar cepat, mengapa ia b egitu lambat? Namun disaat aku ingi...