Time
Aku
tidak mengerti mengapa membahas waktu. Iya waktu. Tidak ada istimewanya dari
kata itu dan itu hal yang biasa bagi semua orang. Tapi mengapa hal yang biasa
itu membuat kita merasa seperti budak? Budak? Mungkin terlalu kasar tapi itulah
pikiranku.
Aku benci waktu, sangat benci ketika
waktu memaksa kita untuk terus maju. Maju yang terlalu cepat. Kita dipaksa
mengikuti permainannya yang kadang sering membuat kita kecewa, tapi tak jarang
membuat kita menciptakan seulas senyum bahkan tawa. Namun aku benci ketika
waktu terus berputar. Mengapa tidak berhenti sejenak? Apakah waktu tidak lelah?
Tapi aku yang terjebak permainannya sangat lelah. Aku ingin berhenti sejenak tapi mengapa waktu terus mendorongku maju?
Aku benci ketika waktu sangat tidak berkompromi. Disaat aku ingin waktu berputar cepat, mengapa ia begitu lambat? Namun disaat
aku ingin berhenti sejenak untuk menikmati tapi mengapa waktu berputar terlalu
cepat? Apa hanya berputar, berputar dan berputar saja yang waktu bisa? Apakah
waktu tidak memikirkan perasaan mereka yang menginginkannya berhenti walau
sejenak? Waktu memang egois!
Tapi
bukan hanya itu saja yang membuatku membenci waktu. Waktu membuat terhapusnya
hal-hal indah. Hal indah bersama keluarga, hal indah bersama teman, bersama
sahabat. Waktu menghapus dengan gerakan monotonnya hingga menjadi kenangan.
Kenangan yang hanya tersimpan di hati, memory dan hanya dapat dibayangkan tanpa
bisa diulang kembali.
Sampai
kapan waktu berputar? Selamanya. Ya itu pasti. Dan itu artinya selamanya juga
aku akan terjebak dalam permainannya. Haha. Aku tidak mengerti dengan waktu!
Bertahun-tahun aku mengenalnya, bertahun-tahun terjebak permainannya tapi juga
bertahun-tahun aku tidak mengertinya. Dan sialnya, aku harus terus bermain dengan
waktu selamanya. Ya, the worst reality. Mungkin aku harus belajar berpikir
logis dan realita untuk menghargai waktu. Menghargai tiap gerakannya,
putarannya, perpindahan tiap jam, menit bahkan detiknya. Aku tau itu tidak mudah, but what else can i
do? Nothing.
(y) :D
BalasHapus