The Other Side of a Fault
Wajah polos itu menatap padang rumput yang terbentang luas di hadapannya. Pikirannya melayang jauh dari tempat raga itu berpijak. Matanya terpejam secara perlahan seiring hembusan angin. Terdengar suara alam yang sangat indah. Dirasakan setiap gesekan angin yang tercipta di kulitnya, sangat menyejukkan. Rambut hitamnya seakan-akan menari bebas menyambut sapuan angin. Sangat nyaman. Hanya itu yang dirasakannya. Terbesit keinginan untuk ikut terbang bersama hembusan angin. Terbang jauh dari semua kenyataan ini. Kenyataan pahit yang sangat menyiksanya. Ia sangat lelah. Rasa itu selalu menghantui, selalu hadir di manapun ia berada. Tak peduli beratus-ratus kilometer jarak yang ditempuhnya, tapi perasaan itu selalu datang menganggu. Perasaan itu seperti permanen tertancap dalam dirinya. Apa tidak ada cara untuk menghilangkan rasa tersebut? Sungguh, ia benar-benar tersiksa. Tanpa izin, air mata jatuh bebas membasahi pipi gadis itu. Tiba-tiba kedua tangannya mend...