Mengalah dengan Keadaan itu Diperlukan
Percaya nggak si dengan kalimat "hasil tidak mengkhianati usaha"? Hmmm iyaa terkadang aku percaya tapi terkadang aku mempertanyakannya...
Jujur, kehidupan ini keras. Semakin kesini i just realized that no one can be trusted. Diusia yang bisa dibilang seperlima abad ini aku jadi mengerti arti hati-hati memilih teman. Terkadang kita nggak menyangka niat baik kita akan dibalas seperti apa. Tapi yaa gmn lagi, mreka melakukan itu untuk survive, right? Ketika kita dengan tulus menganggap dia teman tp ternyata mereka menganggap kita saingan.
Hari ini adalah salah satu hari yg membuat aku kecewa. Kecewa ketika kamu sudah berusaha mendapatkan keinginanmu dan kamu membagikan hasilnya ke teman-temanmu tetapi yg mendapat reward adalah teman-temanmu bukan dirimu. Padahal teman-temanmu bisa dibilang tidak sekerja keras dirimu. Dan alasan km tidak mendapatkan reward adalah "karena rewardnya nggak cukup" HAHAHA SEDIH GAK SI. Lalu karena keadaan yang nggak memungkinkan itu kamu mengalah.
Sedih. Sangat. Cerita diatas hanyalah sebuah perumpamaan. Terkadang hal yang kita inginkan didepan mata tetapi kita harus mengalah demi orang lain(?) Dan bersikap seperti i'm fine, dude. It's okay. It's the best for me. HAHAHAHA. talk is cheap ges. But accept the reality that i didn't get what i really want is too difficult. Ingin aku bersikap egois. Sungguh. Tapi aku tau diri keadaan tidak memungkinkan.
Kalau emang ingin meninggikan ego dari awal, aku bisa melakukaanya. Tetapi aku terjerat dengan rasa sungkan dalam pertemanan. Tetapi justru rasa sungkan itu yg membuatku seperti ini. Ketika kita berusaha menekan ego untuk kebahagiaan orang lain. Melihat orang lain bahagia sedangkan kita disini berjuang keras menerima kenyataan bahwa hal bahagia itu tidak bisa kita miliki walaupun kamu juga memiliki andil untuk hal bahagia tersebut. That feeling hurts me enough.
Kamu berusaha menahan kekecewaanmu didepan mereka. Berusaha menahan air mata dan bersikap biasa saja. Padahal dalam hati kamu merasa terbuang dan terkhianati secara bersamaan. Akhirnya kamu hanya dapat merenungi nasib kalau emang km tidak bisa mendapatkan hal bahagia itu. Kamu menangis sendiri merasakan kekecewaan tersebut. Ingin berbagi cerita namun takut justru akan memperunyam masalah dan terkesan mengadu domba. Akhirnya hanya bisa diam dan bersikap like nothing happened.
Terkadang aku nggak tau apakah yang kulakukan ini benar atau salah. Tetapi dengan hal ini aku menyadari pada dasarnya kita sendiri. Kamu memikirkan orang lain tetapi hal tersebut tidak menjamin orang lain akan memikirkanmu. Mengalah. Yaa mengalah dengan keadaan. Tidak apa? No, aku kenapa2. Aku kecewa. Aku sedih. Tapi percuma tidak akan ada yg mengerti betapa menyakitkannya hal ini untukku.
Pada akhirnya hanya bisa menghembuskan nafas dan berdoa semoga ini jalan terbaik yang Allah ciptakan untuk ku. Allah memiliki rencana yang lebih indah. Aku berusaha untuk mempercayai hal tersebut. Tuntunlah hambamu ini yaAllah. Hilangkan rasa dendam iri benci dan dengki dari hati ini. Amiin yaAllah.
Tertanda
Seorang gadis yang mengalami kekecewaan karena harus mengalah dengan keadaan demi kebahagian orang lain:).
Komentar
Posting Komentar